Banyak asumsi bahwa membaca pikiran adalah pekerjaan seorang psikolog, seorang dukun paranormal atau bahkan. Namun, percaya atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, Anda semua adalah seorang pembaca pikiran. Sebab, tanpa kemampuan untuk mengetahui pikiran dan perasaan orang lain, kita semua tidak akan mampu menghadapi situasi sosial semudah apapun. Dengan membaca pikiran, kita dapat membuat prediksi tentang perilaku masa lalu seseorang memungkinkan kita untuk menentukan keputusan berikutnya.
Jika kita melakukan ini dengan pembacaan yang buruk, dampaknya bisa serius: konflik bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman. Contoh masalah yang nyata mengenali pikiran dan perasaan orang lain-mindblindness, dapat dilihat pada orang dengan autisme, dimana ketidakmampuan tersebut menjadi suatu kondisi yang mengganggu.
